Buku Kuno Indonesia terbit di Jaman Penjajahan Belanda th.1925 -
Riwajatnja Dr. Sun Yat Sen. Tebal 101 halaman plus.
Dalam Bahasa Melaju Lama Indonesia yang sangat berbeda dan terlihat aneh kalau dibandingkan dengan bahasa Indonesia modern saat ini.
Ada beberapa iklan / advertising kuno yang terdapat dalam buku ini (lihat gambar).
Tertjitak dan diterbitken oleh Electrische Drukkerij Lie Koen Goan
Batavia, 15 April 1925.
Buku ini terbit hanya 1 bulan sesudah meninggalnya Dr. Sun Yat Sen.
Sun Yat-Sen (1866 – 12 Maret 1925) adalah seorang pemimpin kunci revolusi Tiongkok dan diakui secara luas sebagai Bapak Negara Tiongkok Modern baik di Tiongkok Daratan maupun Taiwan.
Pada waktu itu Tiongkok diperintah oleh seorang kaisar yang bertindak seakan dewa. Ia yakin, bahwa Tiongkok perlu diorganisir dengan cara yang baru yaitu dengan revolusi.
Pada th.1895 ia memimpin suatu pemberontakan di Kanton, tetapidapat diredam. Secara keseluruhan ia memimpin 11 kali revolusi terhadap Dinasti Qing dan akhirnya berhasil menumbangkan kekaisaran, sehingga kaisar harus meletakkan jabatannya kemudian Tiongkok menjadi Republik China pada tahun 1911 yang didirikan oleh Sun Yat-sen.
Ia juga pendiri partai tertua dalam sejarah modern Tiongkok,Kuomintang,
menjadi pejabat presiden para tahun 1912 dan kemudian pada tahun 1923-1925.
Pada tahun 1925 ia meninggal di Tiongkok. Tiga tahun kemudian
salah seorang pengikutnya, Chiang Kai-shek menjadi presiden.